Pengertian Observasi

Pengertian Observasi
Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati.

Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut:
1)      Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati.
2)      Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga.
3)      Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh.
4)      Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (urut-urutan, langkah-langkah) tertentu.
5)      Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa.
6)      Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu.

Bentuk-bentuk Observasi
Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental.
1.      Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati (observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi.
2.      Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur.
3.      Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi.

Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat  yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut:
1)      Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku.
2)      Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan.
3)      Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting.
4)      Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri.
5)      Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data.
6)      Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung.

Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut:
1)      Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia.
2)      Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat).
3)      Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol.
4)      Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari.

Menyusun Panduan Observasi
Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :
a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi.
b.   Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer.
c.   Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya).
d.   Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu.
e.   Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel.

Alat-alat Bantu Observasi
Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer).

Analisis hasil observasi: individual dan kelompok
Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi.

Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

Contoh 3.1.4.1
Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa
:
Srikandi
Sekolah / Kelas
:
SMA Madukara Semarang / X A
Hari, tanggal
:
Kamis, 9 Juni 2011
Tempat
:
Ruang kelas X A
Peristiwa
:
Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya
Interpretasi     
:







                                                                                               


Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda .

Contoh 3.1.4.2:
Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok)
Masalah yang diobservasi
:
Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium
Hari, tanggal
:
Kamis, 7 Juni 2012
Jam pelajaran ke
:
4-5
Sekolah/Kelas
:
SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5
Mata pelajaran
:
Kimia
Guru mata pelajaran
:
Endang Pergiwa

Peristiwa
Komentar observer
Paraf
Hesti memecahkan tabung reaksi
Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengaduk-aduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.


Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi





Sariman tangannya terbakar






Kesimpulan/komentar observer:

Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

                                                                              

Contoh 3.1.4.3:
Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik
Hari ke
Peristiwa
Komentar observer
Paraf
1
Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium
Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru.

2
Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill.          
Mungkin dia tidak siap dengan dia
           

3
Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah.
Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola.

Kesimpulan/komentar observer:

Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.        


                                                                  
Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

Contoh 3.1.4.4:
Skala Penilaian Deskriptif
Nama siswa
: Larasati
Kelas  
: VIIB SMP Pringgodani Semarang
Jenis kelamin
: Perempuan
Hari dan tanggal
: Jum’at, 15 Juni 2012
Aspek yang diobservasi
: Keaktifan dalam mengikuti pelajaran

Aspek yang diobservasi
Alternatif Penilaian
Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
1. Mengajukan pertanyaan kepada guru

ü


2. Menjawab pertanyaan guru


ü

3. Menulis keterangan guru
ü



4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh


ü

5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman



ü
6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri



ü
7. Menjawab pertanyaan teman


ü

Komentar Observer:

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

                                                                                   
                                          
Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

Contoh 3.1.4.5
Skala Penilaian Grafis
Nama siswa
: Indrajit
Kelas  
: XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang
Jenis kelamin
: Laki-laki
Hari dan tanggal
: Sabtu, 16 Juni 2012
Aspek yang diobservasi
: Kegiatan siswa dalam kelas
Mata pelajaran
: Sosiologi

I. Minat belajar
5
4
3
2
1

menunjukkan minat                                                        tidak berminat yang baik sekali
setiap waktu                                                                                       

II. Mengajukan pertanyaan
5
4
3
2
1

selalu mengajukan                                                                            tidak pernah bertanya
pertanyaan                                                                              
                                          

III. Mengerjakan tugas-tugas rumah
5
4
3
2
1

Selalu dikerjakan                                                                        Tidak pernah dikerjakan
dan benar                                           

IV. Kehadiran di kelas
5
4
3
2
1

Selalu hadir                                                                                   seringkali absen dan
                                                                                                      tanpa alasan

Komentar/kesimpulan:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

                                                                                           Semarang, 16 Juni 2012
Observer,



                                                                                           Drs. Gunawan Wibisono

Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

Contoh 3.1.4.6
Daftar Cek Individual
Aspek yang diobservasi
: Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid
Nama murid
: Suyudana
Kelas/Sekolah
: XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang
Waktu observasi
: 2-7 Juli 2012

Situasi
Hari observasi
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
1. Pada saat pelajaran






2. Pada waktu diskusi






3. Kerja kelompok






4. Istirahat






5. Di perpustakaan






6. Persiapan pulang sekolah






Komentar Observer :

           
Perhatikan contoh 6 di atas. Berdasarkan  data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana.


Contoh 3.1.4.7
Daftar Cek Kelompok
Aspek yang diobservasi
: Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata
Kelas/Sekolah
: XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang
Tempat observasi
: Ruang kelas XI bahasa
Waktu observasi
: 4 Juli 2012

Aktivitas/kegiatan
Siswa yang diobservasi
Farida
Lampir
Mardi
Basir
Jarot
Kasim
1. Mengemukakan pendapat






2. Menjelaskan pendapat






3. Menentang pendapat kelompok






4. Bertanya






5. Meminta penjelasan






6. Menegaskan pendapat kelompok






Komentar Observer :
           
Perhatikan contoh 7 di atas. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi
Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi, setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008), yaitu menggunakan metode pelengkap, pengklasifikasian gejala, pemanfaatan alat pencatat data, menjaga hubungan baik dengan observi, dan libatkan beberapa orang observer.Pengertian Observasi
Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati.

Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut:
1)      Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati.
2)      Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga.
3)      Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh.
4)      Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (urut-urutan, langkah-langkah) tertentu.
5)      Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa.
6)      Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu.

Bentuk-bentuk Observasi
Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental.
1.      Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati (observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi.
2.      Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur.
3.      Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi.

Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat  yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut:
1)      Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku.
2)      Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan.
3)      Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting.
4)      Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri.
5)      Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data.
6)      Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung.

Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut:
1)      Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia.
2)      Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat).
3)      Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol.
4)      Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari.

Menyusun Panduan Observasi
Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :
a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi.
b.   Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer.
c.   Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya).
d.   Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu.
e.   Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel.

Alat-alat Bantu Observasi
Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer).

Analisis hasil observasi: individual dan kelompok
Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi.

Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

Contoh 3.1.4.1
Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa
:
Srikandi
Sekolah / Kelas
:
SMA Madukara Semarang / X A
Hari, tanggal
:
Kamis, 9 Juni 2011
Tempat
:
Ruang kelas X A
Peristiwa
:
Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya
Interpretasi     
:



Isi dengan bahasa 
atau kalimat saudara



                                                                                               


Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda .

Contoh 3.1.4.2:
Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok)
Masalah yang diobservasi
:
Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium
Hari, tanggal
:
Kamis, 7 Juni 2012
Jam pelajaran ke
:
4-5
Sekolah/Kelas
:
SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5
Mata pelajaran
:
Kimia
Guru mata pelajaran
:
Endang Pergiwa

Peristiwa
Komentar observer
Paraf
Hesti memecahkan tabung reaksi
Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengaduk-aduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.


Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi





Sariman tangannya terbakar






Kesimpulan/komentar observer:

Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

                                                                              

Contoh 3.1.4.3:
Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik
Hari ke
Peristiwa
Komentar observer
Paraf
1
Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium
Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru.

2
Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill.          
Mungkin dia tidak siap dengan dia
           

3
Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah.
Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola.

Kesimpulan/komentar observer:

Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.        


                                                                  
Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

Contoh 3.1.4.4:
Skala Penilaian Deskriptif
Nama siswa
: Larasati
Kelas  
: VIIB SMP Pringgodani Semarang
Jenis kelamin
: Perempuan
Hari dan tanggal
: Jum’at, 15 Juni 2012
Aspek yang diobservasi
: Keaktifan dalam mengikuti pelajaran

Aspek yang diobservasi
Alternatif Penilaian
Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
1. Mengajukan pertanyaan kepada guru

ü


2. Menjawab pertanyaan guru


ü

3. Menulis keterangan guru
ü



4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh


ü

5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman



ü
6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri



ü
7. Menjawab pertanyaan teman


ü

Komentar Observer:

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

                                                                                   
                                          
Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

Contoh 3.1.4.5
Skala Penilaian Grafis
Nama siswa
: Indrajit
Kelas  
: XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang
Jenis kelamin
: Laki-laki
Hari dan tanggal
: Sabtu, 16 Juni 2012
Aspek yang diobservasi
: Kegiatan siswa dalam kelas
Mata pelajaran
: Sosiologi

I. Minat belajar
5
4
3
2
1

menunjukkan minat                                                        tidak berminat yang baik sekali
setiap waktu                                                                                       

II. Mengajukan pertanyaan
5
4
3
2
1

selalu mengajukan                                                                            tidak pernah bertanya
pertanyaan                                                                              
                                          

III. Mengerjakan tugas-tugas rumah
5
4
3
2
1

Selalu dikerjakan                                                                        Tidak pernah dikerjakan
dan benar                                           

IV. Kehadiran di kelas
5
4
3
2
1

Selalu hadir                                                                                   seringkali absen dan
                                                                                                      tanpa alasan

Komentar/kesimpulan:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

                                                                                           Semarang, 16 Juni 2012
Observer,



                                                                                           Drs. Gunawan Wibisono

Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

Contoh 3.1.4.6
Daftar Cek Individual
Aspek yang diobservasi
: Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid
Nama murid
: Suyudana
Kelas/Sekolah
: XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang
Waktu observasi
: 2-7 Juli 2012

Situasi
Hari observasi
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
1. Pada saat pelajaran






2. Pada waktu diskusi






3. Kerja kelompok






4. Istirahat






5. Di perpustakaan






6. Persiapan pulang sekolah






Komentar Observer :

           
Perhatikan contoh 6 di atas. Berdasarkan  data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana.


Contoh 3.1.4.7
Daftar Cek Kelompok
Aspek yang diobservasi
: Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata
Kelas/Sekolah
: XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang
Tempat observasi
: Ruang kelas XI bahasa
Waktu observasi
: 4 Juli 2012

Aktivitas/kegiatan
Siswa yang diobservasi
Farida
Lampir
Mardi
Basir
Jarot
Kasim
1. Mengemukakan pendapat






2. Menjelaskan pendapat






3. Menentang pendapat kelompok






4. Bertanya






5. Meminta penjelasan






6. Menegaskan pendapat kelompok






Komentar Observer :
           
Perhatikan contoh 7 di atas. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi
Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi, setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008), yaitu menggunakan metode pelengkap, pengklasifikasian gejala, pemanfaatan alat pencatat data, menjaga hubungan baik dengan observi, dan libatkan beberapa orang observer.

ads

Ditulis Oleh : ericson damanik Hari: 02.10 Kategori:

 

Blogger news

Pengikut