Pengertian Transformasi

Pengertian Transformasi
Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum, posisi kurikulum dalam pendidikan, dan proses pengembangan suatu kurikulum. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum.Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu.

Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para akhli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan, diatur, dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. Pengecualian dari ini adalah apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut.

Ada empat prinsip atau etika yang menjelaskan tujuan sosial dari  transformasi yakni 1)pengembangan diri, 2)ekologi, 3)kepercayaan diri/kerjasama   dan 4) tanpa kekerasan.

A.  Prinsip Etika
Mark Stain  (1979) dalam bukunya  New  Age Politics menjelaskan  ada empat prinsip atau etika yang menjelaskan tujuan sosial dari  transformasi yakni:

1.      Etika Pengembangan Diri
Etika ini menjelaskan bahwa  seseorang  boleh  mencari pertumbuhan dan  pemenuhan  diri serta  seseorang secara  hokum  dianggap  sah  dan merupakan hal yang biasa bagi seseorang untuk mencari hal yang lebih tinggi, berada dalam keadaan yang lebih  kuat  seperti tingkat  tingkat  transpersonal seperti yang dijelaskan Wilber. Untuk mempermudah pengembangan diri,  beberapa bentuk diskriminasi  berdasarkan atas  ras, jenis kelamin, dan usia  harus dihilangkan. Sebaliknya, dalam hal ini diperlukan maksimasi  kebebasan budaya, intelektual  dan  spiritual.

2.   Etika  Ekologi
Jika seseorang mengarah kepada tahapan fungsi yang lebih tinggi  dan  semakin sadar akan  pentingnya hubungan dalam kehidupan, maka  mereka mengangap bahwa  kepribadian,  sosial dan  ekonomi   bukan merupakan bagian yang terpisah melainkan sebagai satu kesatuan.   Menurut  Willis  Harman,  pengembangan diri dan  etika ekologi  saling berhubungan dalam  arti  yang satu menekankan pada  sifat manusia  secara keseluruhan dan yang  lainnya  adalah kesatuan  ras manusia,  dan yang lainnya  menekankan pada nilai tertinggi dalam  pengembangan  diri sendiri,  dan  satu  sama lainnya tidak bertentangan  melainkan saling melengkapi…..  dua sisi dari  uang koin yang sama…. Dan masing-masing  benar terhadap yang lainnya dalam hal adanya penggunaan yang salah untuk hal lain (dikutip  dalam Satin, 1979, hal 103).

3.   Etika  kepercayaan diri/kerjasama
Orientasi  transformasi  berfokus pada  hubungan antara  kehidupan seseorang dengan masyarakat.  Hal ini menekankan pada  kemungkinan  hubungan  diri seseorang dan  pada saat yang bersamaan  berkomunikasi dengan yang lain.  Menurut Satin  91979),  “kita membutuhkan maksimasi  kepercayaan diri masyarakat, daerah, dan  negara dan maksimasi  potensi kerjasama masyarakat, dan negara yang potensial (hal 105).

4.   Etika  tanpa  kekerasan
Pada bagian inti transformasi adalah  penghormatan terhadap hidup.  Thoreau, Tolstay, Gandhi, dan Martin Luther King menjelaskan  penghormatan tersebut ke dalam aksi  politik tanpa kekerasan.  Dalam hal ini, tidak masalah  seberapa besar  dampaknya, tidak ada kekerasan untuk mengejar tujuan sosial dan politik.
Keempat etika dasar tersebut berada pada pusat orientasi  transformasi.  Satin (1979)  menjelaskan bahwa keempat prinsip etis tersebut ditunjukkan  dalam nilai yang lebih spesifik.

B.  Orientasi Transformasi
 1.   Kecukupan.   
Orientasi  transformasi  memperdebatkan bahwa  jumlah yang lebih banyak tidak selalu lebih baik. Namun, ada  fokus  pada teknologi  yang sesuai.  Bender, pengarang   Sharing  Samller  Pies, berkata  “kita  terlalu banyak  belajar tentang hal yang baik  dan ternyata tidak baik  dan  dalam hal ini lebih bijaksana jika kita  menentukan  apa yang  cukup baik  daripada  seberapa banyak sebenarnya yang memungkinkan. semakin sedikit yang kita inginkan Semakin besar kebebasan untuk  harus memenuhinya  (dikutip dalam Stain, 1979, hal 106).

2.   Kepedulian
Orientasi  transformasi berfokus pada kepedulian terhadap  lingkungan yang ada.  Bumi dan sumber  daya yagn ada  tidak digunakan  dengan cara sadar,  namun  harus dirawat dan  diperhatikan.

3.   Diversitas/pluralisme
Orientasi transformasi  menempatkan nilai dalam  pluralisme dan diversitas, dan dalam hal ini membuat seseorang  mampu menyadari sisi menyeluruh. Jika budaya bergerak terhadap etika monolithic, maka  kesesuaian dalam hal ini cenderung  menghambat  diversitas.  Satin menjelaskan bahwa  diversitas juga dapat terjadi  pada diri kita. Dengan  demikian,  kita dapat menjelaskan perbedaan bagian yang ada dalam diri kita sendiri,  maskulin dan  feminism, muda dan tua,  aktif dan pasif,  independent dan interdependen . Dalam hal ini,  kita  adalah orang  dengan  multidimensi.

4.   Kesederhanaan sukarela.
Dalam hal ini ada kecendrungan  dalam posisi transformasi untuk mengikuti pandangan  Thoreau  yakni “menyederhanakan, menyederhanakan, menyederhanakan.” Dengan kata lain,  orang berusaha menyederhanakan  kehidupan mereka  sehingga  keinginan dan  gaya hidup mereka  tidak berlebihan.

5.   Kualitas
Secara  umum,  ada penekanan dalam orientasi transformasi  mengenai aspek kualitatif   hidup terhadap kuantitatif. Pirsig  (1974)  membahas konsep kualitas  dalam bukunya   Zen  and the Art of Motorcycle Maintenance, dimana dia menjelaskan bahwa  memperbaiki sepeda motor mungkin  jadi  merupakan aktivitas dengan kualitas tinggi  daripada  kuliah di  Universitas  Chicago.

Etika dan nilai yang dijelaskan dalam garis besar yang dibuat oleh Stain  sudah diterjemahkan  ke dalam banyak domain tindakan.  Pada bagian berikut,  kami membahas hal tersebut  dalam kaitannya dengan bidang ekonomi.

C.  Ekonomi
         Dalam posisi transformasi, ekonomi tidak dapat dipisahkan  dari realitas  sosial.  Ekonomi selanjutnya didefenisikan  dalam kaitannya dengan  produk nasional kasar  (GNP). Gary  Synder  (1977) memperdebatkan bahwa  GNP gagal  mengukur apa yang disebut dengan “nilai ril”  dari  “alam,  keluarga dan pikiran”. Dia menjelaskan  bahwa  ukuran perhitungan sebaiknya terdiri dari  “harga yang perlu dibayar terhadap pengaruh tertentu, kesenangan,  atau  penghematan tenaga kerja   (Synder,  dikutip dalam  Satin, 1979, hal 175).  Dengan kata lain,  ekonomi transformasi berusaha untuk memahami  pribadi,  sosial,  dan biaya ekologi  dari aktivitas ekonomi. 

Ekonomi dari perspektif transformasi  didasarkan atas   prinsip sebagai berikut :
1.   Hubungan antar  tujuan sosial dan laba.  Walaupun laba  merupakan tujuan  valid dalam  ekonomi transformasi,  hal tersebut tidakl  dianggap sebagai  tujuan valid  dengan sendirinya.  Lagipula, hal ini dihubungkan dengan  kehidupan yang benar,   dalam arti  pekerjaan tidak dilakukan dengan cara eksploitasi.

2.   Penentuan harga yang sesuai. Harga tidak dilihat dari tingkat  harga tertinggi yang memungkinkan. Barang dilihat  harganya dari  tingkatan yang ada sesuai dengan  laba yang sesuai dan tidak berlebihan.

3.   Partisipasi kerja.  Pekerja dilibatkan dalam pembuatan keputusan,  struktur organisasi hirarki  digantikan dengan  organisasi skala kecil.

4.   Ekonomi kerjasama.  Kerjasama sering kali digunakan sebagai cara untuk  menempatkan modal dan  sumber  daya, kerjasama  dalam hal ini lebih  dipilih  dalam bentuk  kompetitif,  walaupun persaingan  masih memiliki peranan  dalam membuat  menjalankan bisnis.

5.   Menunjukkan hasil kerja dan  peranan.  Pekerjaan tidak terpisah dari peran,  dalam ekonomi transformasi,  pekerjaan dianggap sebagai  pemberian  hasil dengan sendirinya.

 6.   Integrasi  nilai ekonomi dan spiritual. Pekerjaan tidak terpisah  dari kehidupan spiritual seseorang, bagaimana  seseorang melakukan pekerjaannya sama pentingnya dengan  produk yang  dihasilkan   dan  hasil akhirnya tidak  melebihi  alat yang digunakan.

7.   Kesadaran  ekologi.  Aktivitas ekonomi merupakan bagian dari  sesuatu yang menyeluruh  dalam  jumlah yang lebih besar.  Dengan demikian, bidang  bisnis perlu  mempertimbangkan hubungan yang ada dengan lingkungan sekitarnya.

 8.   Teknologi yang sesuai.  Teknologi digunakan  sebagai alat yang sesuai, namun tidak  meluas diluar dari   syarat dasar. Teknologi tetap  menjadi alat selain daripada menjadi guru.

D.  Contoh  Ekonomi Transformasi
Ferguson (1980) menguraikan  beberapa contoh  ekonomi transformasi. Pengusaha baru  sudah bergerak dari  tahap manipualtif I  ke  Filsafat I,  dan menghubungkan konsumen dan produk   dengan cara yang  cepat.

Proyek  Renascence di kota  Kansas, yakni satu jaringan  pengusaha menunjukkan bahwa  pilihan yang ada  lebih ekonomis dari segi budaya dan lebih menguntungkan.  Di antara aktivitas yang dilakukan,  renovasi property  pada  lokasi kunci kota Kansas dalam kompleks  bisnis seharga  delapan  milyar  dollar,  pendirian jaringan belajar,   program pendidikan untuk  semua  orang,  sekolah tinggi pilihan,  pendirian  hall  dansa historis, pendirian  tempat dengan jalinan kerjasama kemitran  dan pengembangan master plan untuk kota Kansas dengan membuat  renovasi  blok  sepanjang  delapan mil untuk   pejalan kaki……

E.  Politik
Politik dalam orientasi transformasi tidak terikat pada idiologi tradisional, yakni  sosialisme  atau komunisme.  Namun demikian, sudah ada penelitian untuk kurun waktu tertentu  dimana manusia secara langsung dapat berpartisipasi   dalam proses politik.

Politik transformasi  cenderung memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1.   Struktur Politik Desentralisasi 
Ada  satu ketidakpercayaan umum terhadap pemerintahan  sentralisasi  besar. Politik  transformasi  mendorong   alternatif sentral,  pluralistic,  alternatif jika memungkinkan,   dan keputusan sebaiknya dibuat  oleh badan lokal  sehingga  seseorang memiliki  input langsung  terhadap keputusan yang dibuat.  Huxley memberikan komentar mengenai nilai  pembuatan keputusan  desentralisasi.

Seperti yang pernah dikemukakan H.G.Well,  pemikiran terhadap alam semesta dapat dibagi dua. Dilemma yang  dihadapi artist-intelektual  dan pakar politik lebih dari dua bidang. Pada satu sisi adalah keinginan  akan kemenangan  dan  aksi  politik langsung pada sisi lain  dalam kaitannya dengan alternatif spiritual. Dan  antara  fascisme  totalitarian  dan  sosialisme   totalitarian ada  pilihan  terhadap desentralisasi  dan  kerjasama, yakni  sistem ekonomi politik  yang paling alami terhadap  spiritualitas  (Huxley,   dikutip dalam Ferguson, 1980 hal  223).

 2.   Demokrasi langsung
Melalui teknologi baru,  manusia memiliki peluang untuk  mengemukakan secara langsung  terhadap masalah  tertentu.  System komunikasi dua  kabel  dan  berbasis  computer   membuat  manusia mampu  mendaftarkan  pandangan mereka secara langsung,  daripada melalui  perwakilan pemerintahan.

 3.   Jaringan Politik
Jaringan merupakan struktur fleksibel terkait dengan bidang khusus.  Gandhi menggunakan  koalisi  atau yang disebut dengan  “pengelompkan unitas” untuk melengkapi dasar terhadap  perubahan sinergi dalam masyarakat.   Gerakan antinuklir   merupakan contoh  jaringan  internasional yang digunakan secara luas.  Ferguson  (1980)  menjelaskan jaringan tersebut terdiri dari jaringan yang lebih kecil dengan tujuan terhadap perubahan sosial yang luas  terhadap  “Aquarian Conspiracy”.

4.   Kemimpinan tanpa manipulasi
Dalam orientasi  transformasi,  kepemimpinan tidak didasarkan atas  karisma  atau politik main belakang,  melainkan  seperti yang digunakan dalam bahasa Gandhi,   yang merupakan aksi politik yang berkaitan dengan nilai spirit.  Konsep  Gandhi mengenai   styagrahra  atau “kekuatan jiwa”  didasarkan atas satu keinginan  dan rasa hormat terhadap  otonomi diri. Dengan kata lain,  kemimpinan  menghargai  keberadaan seseorang.

Beberapa contoh transformasi  yang diuraikan oleh   Sale (1980): 
Pada tingkat regional, kelompok besar  muncul sepuluh tahun terakhir  yang ditujukan untuk  organisasi masyarakat  dan pengembangan kembali daerah,  terhadap aktivis  warga  dan   resistansi konsumen,  dalam konteks  Negara dan  multi Negara.  Beberapa diantaranya masih merupakan daerah,  seperti  Save   Our Cumber land Mountains,  Kentucky  Rivers  Coalition,  Carolina  Action,  Appalachian  People’s  Organization,  dan beberapa yang lainnya yang lebih kecil   seperti  Massachusetts Fair Share,  Illinois  Public  Action  Council,  California   Citizens  Action League  dan  ada juga pada tingkat pedesaan seperti  La Raza  Unida di Texas Selatan. ACORN  (Asosiasi  Organisasi Masyarakat  untuk Reformasi)  di  lembah Sungai  Missiippi dan bagian Selatan dan  ada juga yang berada di perkotaan seperti  Kampanye Kalifornia  untuk Demokrasi Ekonomi,  yang didirikan oleh  Tom Hayden,  yang   mengembangkan transformasi  untuk pemilihan  kota dan masyarakat  dan   Community  Jobs  Clearinghouse,  yang merupakan jenis aktivitas  untuk pantai Barat.  Dalam setiap Negara dalam ukuran kecil,  sekarang ini sudah memungkinkan untuk menemukan  kelompok kerja terkait dengan   asuhan kesehatan  kendali local,  pengembangan makanan dan pemasaran yang baik, perumahan,  komunikasi,  teknologi alternative,  pegnembangan energi,  pendidikan dan budaya dan  pengembangan  lokalisme  tambahan dan yang spontan  yang  memanfaatkan polisiti  dan  yang lainnya selain dari para dosen yang dibayar untuk memprediksikan sesuatu  dengan cara yang mengejutkan (hal 440). 

ads

Ditulis Oleh : ericson damanik Hari: 09.52 Kategori:

 

Blogger news

Pengikut